Kali ini saya akan menshare artikel tentang susah BAB atau nama kerennya "Konstipasi", berhubung saya juga seringkali mengalami gangguan susah BAB berikut artikel yang saya dapat sewaktu searching-searching. check it out !
Susah BAB Jangan Dianggap Enteng
shutterstock
Kompas.com - Susah buang air besar (BAB) yang berlarut-larut sebaiknya jangan dianggap enteng. Selain menimbulkan rasa tidak nyaman di perut, kesulitan BAB juga bisa menjadi gejala gangguan pada fungsi saluran cerna.
Susah BAB atau konstipasi merupakan masalah yang banyak dialami penduduk di dunia. Angka kejadiannya semakin meningkat. Sebagai contoh di Amerika Serikat setiap tahunnya terdapat 2,5 juta kunjungan pasien karena keluhan konstipasi dan tiap tahunnya dokter meresepkan 3 juta obat pencahar. Salah satu penyebabnya adalah pola makan yang kurang serat serta kurang berolahraga.
Menurut dr.Ari Fahrial Syam, Sp.PD-KGEH dari departemen gastroenterologi RSCM Jakarta, konstipasi kronis mengacu pada buang air besar yang tidak teratur, biasanya tidak sampai tiga kali dalam seminggu, di mana tinjanya keras dan sulit keluar, dan kondisi ini berlangsung selama tiga bulan.
Berdasarkan penyebabnya konstipasi dapat dikategorikan menjadi konstipasi dengan waktu transit lambat, konstipasi akibat lemahnya otot dasar panggul, konstipasi yang disebabkan oleh kombinasi keduanya, serta konstipasi pada irritable bowel syndrome.
Waktu transit sendiri diartikan sebagai waktu yang dibutuhkan oleh makanan untuk melewati saluran pencernaan mulai dari mulut hingga usus. Normalnya waktu transit bervariasi mulai 15 hingga 20 jam dengan waktu transit pada kolon 12 hingga 72 jam.
"Pada orang yang waktu transitnya normal, ia merasakan ada mulas tetapi sulit mengeluarkan tinja. Sementara itu orang yang waktu transitnya lambat, biasanya tidak ada rasa mulas sama sekali namun perut terasa tidak nyaman," katanya di acara media edukasi Kesehatan Pencernaan:Awal Hidup Sehat di Jakarta (25/5).
Konstipasi kronik sebagian besar disebabkan oleh gaya hidup, namun ada beberapa kondisi yang diakibatkan penyakit organik, misalnya tumor, polip, atau pun kanker usus. "Semakin lama kotoran di dalam perut, kontak dengan dinding usus bertambah sehingga rawan menyebabkan perubahan atau mutasi sel pada dinding usus," paparnya.
Gangguan "ke belakang" ini sebaiknya jangan diabaikan. "Data kolonoskopi atau teropong usus di RSCM menemukan sebagian besar mengalami ambien dan 8 persen adanya kanker pada pasien yang konstipasi," katanya.
Menurut dr.Ari ada beberapa tanda yang harus diwaspadai antara lain ditemukan darah dalam tinja, berat badan turun lebih dari 5 kg, mengalami demam kronik, mual dan muntah, serta makin lama konstipasi semakin berat. "Segera periksakan diri ke dokter, terlebih jika dalam keluarga ada riwayat kanker atau tumor usus," katanya.
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah dan mengobati konstipasi, misalnya memperbanyak konsumsi serat, perbanyak aktivitas fisik, minum air putih sedikitnya dua liter setiap hari, serta mengonsumsi probiotik.
"Perubahan gaya hidup ini merupakan terapi utama pasien konstipasi sebelum diresepkan obat-obatan pencahar," kata dr.Herry Djagat Purnomo, Sp.PD-KGEH, ketua kelompok kerja probiotik Perkumpulan Gastroenterologi Indonesia.
Bila dalam 2-4 minggu tidak ada perubahan pada pola BAB, dokter baru merekomendasikan obat-obatan pencahar. Sementara itu pada pasien yang memiliki pola transit lambat, selain perubahan gaya hidup dokter juga akan memberikan obat yang berfungsi merangsang kerja usus.
source : Kompas.com
nah... setelah mengetahui penyebab susah BAB, berikut tips-tips yang bisa kita coba untuk mengobati / mencegah susah BAB :
Cara Alami Mengatasi Susah Buang Air Besar Atau Sembelit
Vemale.com - Sering mengalami rasa tidak nyaman pada perut karena sudah 2 hari belum buang air besar? Masalah ini sering disebut sembelit. Padahal, buang air besar harus dilakukan setiap hari. Jika tidak, perut terasa tidak nyaman, bahkan bisa menyebabkan pendarahan pada anus saat buang air besar.
Masalah sulit buang air besar sering dialami masyarakat Indonesia. Padahal dalam sistem pencernaan, buang air besar setiap hari menandakan sistem pencernaan Anda sehat. Jika Anda mengalami masalah sembelit, berarti ada masalah di sistem pencernaan. Untuk mengatasi masalah tersebut, lakukan beberapa cara alami ini, dilansir oleh wikihow.com.
Minum 8 Gelas Air Setiap Hari
Jika beberapa hari ini Anda sulit buang air besar, kemungkinan Anda mengalami dehidrasi atau kurang minum air. Sangat disarankan untuk mengonsumsi 8 hingga 10 gelas air setiap hari. Air akan membantu proses pencernaan, membuat tubuh tidak mengalami dehidrasi dan mengeluarkan racun dalam tubuh.
Minum air biasa memang kadang membosankan, Anda bisa menyelinginya dengan jus buah buatan sendiri. Mengapa harus buatan sendiri? Karena kandungan seratnya masih terjaga dan tidak mengandung banyak gula.
Banyak Makan Buah dan Sayur Berserat
Satu lagi penyebab terbesar susah buang air besar adalah kurangnya konsumsi serat. Biasanya orang Indonesia lebih peduli perut kenyang dengan banyak makan nasi dan lauk tetapi malas makan sayur dan buah. Anda bisa mengatasi masalah ini dengan menambah porsi buah dan sayur dalam menu harian.
Daripada ngemil, makan buah segar seperti semangka, melon, pepaya, pisang, apel dan sebagainya.
Minum Kopi Bisa Membantu, Tapi Sehatkah?
Banyak orang sengaja minum kopi untuk mengatasi masalah sembelit. Cara ini tidak salah, karena kafein dalam kopi dapat menstimulasi otot-otot pencernaan untuk bekerja lebih cepat. Sehingga.. seseorang bisa mengalami mulas dan buang air besar dengan mudah.
Namun, para ahli kesehatan tidak merekomendasikan minum air tertentu untuk 'memancing' buang air besar. Minuman seperti kopi, alkohol, soft drink atau teh tertentu tidak disarankan. Lalu harus bagaimana? Anda bisa membuat jus kismis alami yang kaya serat, sehingga membantu Anda melancarkan buang air besar.
Gerakkan Tubuh
Jika memungkinkan, buat tubuh Anda bergerak 10 menit setelah makan. Hindari hanya duduk 10 menit setelah makan. Akan lebih baik jika Anda rutin berjalan setidaknya 30 menit setiap hari, karena tubuh yang aktif bergerak membuat gerakan dalam usus semakin sehat, sehingga pencernaan tidak terhambat dan buang air besar bisa dilakukan setiap hari.
source : Vemale.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar